Perkuat Pelayanan Publik yang Inklusif dan Transparan, Dislutkan Kalteng Kembangkan Inovasi PPID Menuju Kalteng Berkah

Kontribusi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, 28 Oktober 2026 12:34, Dibaca 153 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 setelah mencatatkan capaian sebagai peringkat 1 Informatif kategori Badan Publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah selama enam tahun berturut-turut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kanderang Tingang, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (27/10/2026),  menjadi momentum bagi Dislutkan Kalteng untuk memaparkan strategi dan inovasi pengelolaan keterbukaan informasi publik. Presentasi disampaikan langsung oleh Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni, didampingi Sekretaris Dislutkan Indrafatriadinata, Pranata Humas Ahli Muda Kristina Djojoatmodjo, serta Tim PPID Dislutkan. Uji publik ini melibatkan Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Tengah sebagai penguji.

(Baca Juga : Kepala Disnakertrans Prov. Kalteng Dukung Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Kasi Pengaduan UPT PPA DP3APPKB)

Dalam paparannya, Sri Widanarni menjelaskan upaya Dislutkan Kalteng dalam memperkuat pelayanan informasi publik melalui pengembangan inovasi yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi tersebut adalah WADI IKAN (WhatsApp Dinas Kelautan dan Perikanan), layanan berbasis WhatsApp yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan berkonsultasi mengenai sektor kelautan dan perikanan.


“Melalui WADI IKAN, kami ingin memberikan kemudahan akses informasi dan konsultasi bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan. Dengan memanfaatkan layanan WhatsApp, masyarakat dapat lebih mudah menghubungi dinas tanpa harus selalu datang langsung ke kantor,” jelas Sri Widanarni.

Pada sesi tanya jawab, Komisioner Divisi Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola Anita Fransiska menanyakan sasaran pengguna layanan WADI IKAN. Menanggapi pertanyaan tersebut, Sri Widanarni menegaskan bahwa layanan ini ditujukan bagi pelaku sektor kelautan dan perikanan, khususnya nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan.


Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan kanal komunikasi digital juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga kemudahan pelayanan di tengah efisiensi anggaran.

“Kami berupaya agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi. Melalui WADI IKAN, kami memanfaatkan sarana komunikasi yang mudah dijangkau agar akses layanan menjadi lebih cepat, praktis, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selain mengembangkan inovasi digital, Dislutkan Kalteng juga memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam mewujudkan pelayanan informasi publik yang inklusif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Pelatihan Dasar Bahasa Isyarat bagi Tim PPID Dislutkan Kalteng sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, khususnya masyarakat Tuli yang menggunakan bahasa isyarat.

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan petugas PPID dalam memberikan pelayanan yang setara dan mudah diakses oleh masyarakat dengan kebutuhan komunikasi yang beragam. Dengan demikian, keterbukaan informasi tidak hanya diwujudkan melalui ketersediaan informasi dan kemudahan akses digital, tetapi juga melalui kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang inklusif.

Berbagai upaya tersebut sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya, menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Menurut Sri Widanarni, keterbukaan informasi publik bukan sekadar memenuhi kewajiban badan publik, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan informasi perlu didukung oleh inovasi pelayanan, peningkatan kompetensi SDM, serta komitmen untuk memberikan layanan yang transparan dan responsif.

Keikutsertaan dalam uji publik tahun ini sekaligus menjadi momentum bagi Dislutkan Kalteng untuk menjaga konsistensi keterbukaan informasi publik dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Capaian peringkat 1 kategori Informatif selama enam tahun berturut-turut menjadi motivasi untuk mempertahankan kinerja sekaligus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Capaian yang telah diraih tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbenah. Kami ingin keterbukaan informasi tidak hanya terlihat dari hasil penilaian, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang transparan, mudah diakses, dan profesional,” ungkap Sri Widanarni.

Melalui penguatan peran PPID, inovasi WADI IKAN, dan peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan dasar bahasa isyarat, Dislutkan Kalteng berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik yang informatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.

“Dengan adanya transparansi dalam informasi serta profesional dalam pelayanan diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka serta pelayanan publik yang inklusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan, sebagai bagian dari kontribusi Dislutkan Kalteng dalam mewujudkan visi pembangunan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat,” tutup Sri Widanarni. (t2n/Foto:CK/Rafli) /Edt:EK

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter